PENDAHULUAN
Motivasi Pembuatan Skripsi
Sebagai salah satu bentuk kegiatan atau pengalaman belajar, skripsi memberi kesempatan kepada pihak peserta belajar untuk mengekspresikan sebagaian atau seluruh hasil proses belajar yang telah diikuti. Sebagian artinya apabila skripsi hanya mengekspresikan/menggambarkan pencapaian dimana proses belajar belum seluruhnya diselesaikan. Seluruhnya artinya apabila kegiatan ini dilakukan pada akhir masa proses belajar.
Skripsi adalah bentuk pengalaman belajar yang meliputi penggalian kembali apa yang telah dipelajari, mencari, dan mengumpulkan pengetahuan baru secara mandiri, melakukan analisis dan sintesis dengan bimbingan, serta mengungkapkannya dengan bantuan pembimbing sehingga menghasilkan keluaran berupa tulisan tentang suatu pengetahuan baru.
Skripsi harus ditulis dengan jelas dan padat, menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat, disusun secara logis dan memperhatikan hal-hal yang besifat detail secara cermat. Penulisan harus teliti dalam menyebutkan keterangan tentang kutipan yang dipergunakannya, dengan mengikuti cara-cara menulis daftar kepustakaan seperti yang dianjurkan dalam pedoman ini.
Tanggung jawab penulisan serta penyuntingan ada pada mahasiswa, bukan pada pembimbing ataupun fakultas. Bila mahasiswa tidak dapat menyunting, maka ia dapat meminta bantuan teman atau orang lain yang ahli dalam bidang penyuntingan. Menyunting suatu hasil penulisan antara lain meliputi aspek-aspek berikut :
1. Teknis, yaitu menggunakan metode penulisan dan penyusunan tata laksana teknis sesuai dengan pedoman yang dipakai di FKM Unismuh Palu.
2. Semantik, yaitu menggunakan bahasa indonesia secara baik dan benar, terutama yang berhubungan dengan perbendaharaan kata dan tata bahasa.
Dengan pengalaman menyusun skripsi dimungkinkan bagi seorang peserta belajar untuk mengungkapkan seluruh domain belajar yang telah dicapainya, baik berupa domain kognitif, afektif maupun psikomotor.
Ruang lingkup skripsi bervariasi, dapat melihat suatu persoalan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, dapat juga melihat suatu persoalan kesehatan masyarakat yang terkait dengan aspek-aspek lain ataupun aspek yang sangat khusus sifatnya. Skripsi juga meneropong suatu masalah kesehatan masyarakat yang belum jelas, dan/atau mencari upaya-upaya pemecahannya, baik masalah kesehatan masyarakat yang sudah diketahui sebab serta kendala pemecahannya ataupun yang belum diketahui keduanya yaitu dengan cara mengkaji masalah sekaligus mencarikan jalan keluarnya.
Pada prinsipnya pembuatan skripsi dapat dilakukan pada setiap tahap proses belajar, namun agar dapat berfungsi sebagai wahana untuk mengungkapkan seluruh domain perubahan kemampuan seperti diatas, seyogyanya pembuatan skripsi sebagai pengalaman belajar dilakukan pada tahap akhir proses belajar. Untuk itu, diperlukan berbagai latihan penulisan dalam bentuk penugasan-penugasan dari mata ajaran atau dari pengalaman belajar selama proses belajar berlangsung. Ini dapat berbentuk penulisan laporan penugasan, hasil seminar, hasil praktikum, hasil kunjungan lapangan, hasil pengamatan serta penelitian dan bentuk-bentuk interaksi atau pengalaman belajar lainnya.
Pembuatan skripsi tidak hanya bermanfaat bagi peserta belajar, karena kemampuan menganalisis, mensintesis serta mengungkapkan dalam bentuk tulisan akan sangat diperlukan oleh seorang Sarjana. Lebih jauh lagi akan menjadi masukkan yang berharga bagi penyelenggaraan program studi untuk menilai sejauh mana program yang disediakan dan diselenggarakan telah dapat mengembangkan kemampuan lulusan dalam mengintegrasikan berbagai ilmu, pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dalam proses pendidikan menjadi suatu kesatuan ilmu yang sesuai dengan keahlian atau profesinya.
Pendidikan Bidang Kesehatan Masyarakat
Pendidikan dibidang Kesehatan Masyarakat merupakan pendidikan cabang keilmuan yang berada di antara ilmu-ilmu eksakta dan ilmu-ilmu sosial. Program studi Kesehatan Masyarakat telah berkembang demikian rupa sehingga telah mencapai tahapan dimana program-program studinya telah lengkap menurut stratifikasinya, yaitu program Sarjana, Magister dan Doktor.
Tujuan-tujuan program studi di bidang Kesehatan Masyarakat secara khusus telah ditetapkan untuk masing-masing strata. Untuk Strara 1 atau yang disebut Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, tujuannya adalah untuk menghasilkan Sarjana Kesehatan Masyarakat yang :
a. Berjiwa Pancasila.
b. Menguasai dasar-dasar ilmiah sehingga mampu berpikir, bersikap serta bertindak sebagai ilmuwan.
c. Bersifat tanggap dan terbuka terhadap perubahan serta kemajuan ilmu dan teknologi, khususnya dibidang Kesehatan Masyarakat dan juga terhadap masalah yang dihadapi masyarakat pada umumnya.
d. Menghayati pembangunan dibidang kesehatan sebagai bagian dari pembangunan nasional.
e. Mampu menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode kesehatan masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, yaitu dengan mengenal, merumuskan, dan menyusun prioritas masalah-masalah kesehatan masyarakat sekarang dan akan datang; serta menyelesaikan masalah tersebut melalui perencanan, implementasi dan evaluasi program-program yang bersifat prefentif dan promotif, tanpa mengabaikan program yang bersifat kuratif dan rehabilitatif.
f. Mampu merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi upaya-upaya kesehatan sesuai dengan situasi dan kondisi daerah setempat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
g. Mampu mendidik dan meningkatkan peran serta masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatan.
h. Memahami dan mampu menggunakan hasil-hasil penelitian untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi upaya-upaya kesehatan.
i. Mampu mengikuti perkembangan pengetahuan dan meningkatkan serta mengembangkan diri dalam ilmu kesehatan masyarakat, dengan berpedoman pada pendidikan seumur hidup.
Untuk menghasilkan sarjana dengan kualifikasi diatas, saat ini Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu menyelenggarakan program Sarjana Kesehatan Masyarakat dengan rancangan lama pendidikan rata-rata 2 tahun dan 4 tahun.
Perbedaan kedua program yang yang keluarannya sama-sama bergelar SKM ini, terletak pada beban dan lama studi. Bila pada program studi SKM-4 beban studi adalah 144-160 SKS yang ditempuh dalam 8-12 semester, maka untuk program studi SKM-2 jumlah bebannya adalah ± 80 SKS yang ditempuh dalam 4-8 semester.
Lama pendidikan dinyatakan dalam satuan waktu belajar semester. Satu semester berlangsung selama 16 minggu termasuk 2 minggu waktu untuk ujian dan hari-hari libur resmi mengikuti kalender. Sedangkan beban studi dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). Satu SKS ialah kuliah, seminar atau kapita selekta per minggu selama satu semester yang dapat berupa :
• 50 menit kegiatan tatap muka terjadwal antara pengajar dan peserta belajar.
• 60 menit kegiatan akademik terstruktur tetapi tidak terjadwal, seperti pekerjaan rumah atau penugasan tertentu.
• 60 menit kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan untuk mendalami serta mempersiapkan suatu tugas akademik seperti mencari dan membaca buku referensi.
Untuk penelitian dan penyusunan skripsi beban tugasnya 3 SKS.
Skripsi Dalam Pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM)
Penyusunan skripsi di FKM Unismuh Palu adalah merupakan suatu kegiatan belajar intrakurikuler yang mempunyai bobot atau nilai kredit dan berada dalam deretan pengalaman belajar lain seperti kuliah, praktikum, penelitian atau pengalaman belajar lapangan.
Besar bobot atau nilai kredit yang diberikan untuk penulisan skripsi bervariasi, tergantung pada jenis program studi, tingkat atau stratifikasi pendidikan, maupun orientasi yang dipaki dalam proses belajar mengajar di lembaga pendidikan itu sendiri.
Pada program studi yang termasuk bidang ilmu eksakta, bobot yang diberikan kepada skripsi umumnya relatif kecil karena, kegiatan belajar mengajar selama proses studi telah banyak menggunakan kegiatan membuat laporan tertulis yang secara prinsip merupakan skripsi dengan bobot yang lebih ringan. Sedangkan pada program studi bidang ilmu sosial (non eksakta) skripsi mendapat bobot yang lebih besar, dan umumnya menjadi tugas pada tahap akhir suatu kegiatan belajar mengajar atau tahap akhir suatu proses studi.
Besar bobot yang diberikan untuk program studi strata 1, biasanya lebih kecil karena bila dibandingkan dengan pada program studi strata 2, karena pada program studi yang terakhir ini, kegiatan belajar mandiri semakin besar proporsinya.
Pada program studi S-1 di FKM Unismuh Palu, besar bobot yang diberikan untuk penulisan skripsi 3 SKS. Ini berarti pelaksanaannya pada tahap akhir program studi, yaitu pada semester VIII.
0 komentar:
Posting Komentar